Rasa syukur

60 Pertanyaan Jurnal Syukur untuk Setiap Hari

Enam puluh pertanyaan pemantik, dikelompokkan per tema, untuk hari-hari ketika yang terpikir hanya “keluarga, kesehatan, kopi”. Plus cara menjaga kebiasaan ini tetap segar.

Di halaman ini
  1. Bagaimana cara menulis jurnal syukur?
  2. 60 pertanyaan jurnal syukur, per tema
  3. Bagaimana rasa syukur berpadu dengan menulis 10 tujuan sehari?
  4. Seberapa sering sebaiknya menulis jurnal syukur?
  5. Apa saja kesalahan umum dalam menulis jurnal syukur?

Jurnal syukur, atau gratitude journal, adalah salah satu kebiasaan paling sederhana yang bisa kamu jalani. Kamu menuliskan beberapa hal yang kamu syukuri, dan selesai. Bagian sulitnya datang sekitar hari ke-12, ketika kamu membuka halaman dan menulis “keluarga, kesehatan, kopi” untuk kelima kalinya. Di situlah pertanyaan jurnal syukur membantu. Pertanyaan yang baik mengarahkan perhatianmu ke sesuatu yang biasanya hanya kamu lewati.

Di bawah ini ada 60 pertanyaan, dikelompokkan per tema, supaya kamu bisa memilih yang cocok dengan harimu. Tapi sebelumnya, beberapa menit tentang cara menulis jurnal syukur supaya tetap bermanfaat.

Bagaimana cara menulis jurnal syukur?

Kamu tidak butuh buku catatan khusus atau ritual panjang. Latihan syukur harian paling berhasil kalau singkat, konkret, dan sedikit berbeda setiap kali.

  1. Cukup beberapa menit. Dua sampai lima menit sudah cukup. Kalau lebih lama, kamu akan mulai melewatkannya. Tulis satu sampai lima catatan, bukan satu halaman penuh.
  2. Spesifik. “Temanku” itu label. “Dita mengirim pesan setelah wawancaraku, menanyakan bagaimana hasilnya” itu momen. Catatan yang spesifik menghadirkan kembali momennya; catatan yang umum hanya mengisi baris.
  3. Tulis alasannya. Tambahkan satu anak kalimat yang diawali karena. “Aku bersyukur hujan turun pagi ini karena memberiku alasan untuk melambat.” Di alasan itulah perasaannya berada.
  4. Variasikan. Ganti-ganti tema. Hari ini tentang orang, besok tentang tubuhmu, lusa tentang sesuatu yang tidak berjalan lancar tapi memberimu pelajaran. Pertanyaan pemantik melakukan pekerjaan ini untukmu.
  5. Pilih momen yang tetap. Kaitkan dengan sesuatu yang sudah rutin kamu lakukan: kopi pagi, perjalanan naik bus, semenit sebelum tidur. Slot yang sama setiap kali membuatnya lebih mudah dipertahankan.

Bagaimana kalau tidak ada yang terpikir?

Ada hari-hari yang datar. Itu wajar. Tulis satu hal kecil, lalu berhenti. Satu baris yang jujur lebih bernilai daripada tiga baris yang dipaksakan. Kalau buntu, buka daftar ini dan ambil pertanyaan pertama yang tertangkap matamu.

60 pertanyaan jurnal syukur, per tema

Gunakan satu pertanyaan sehari, atau dua-tiga kalau ada waktu. Jawab dalam satu-dua kalimat, dan selalu tambahkan alasannya.

Pertanyaan untuk pagi hari

  1. Apa satu hal tentang pagi ini yang akan kamu rindukan kalau hilang?
  2. Siapa yang membuatmu bisa bangun di tempatmu berada hari ini?
  3. Apa yang kamu nantikan dalam 12 jam ke depan?
  4. Kasur, bantal, atau selimut apa yang kamu syukuri malam tadi?
  5. Suara, aroma, atau cahaya apa pagi ini yang terasa menyenangkan?
  6. Apa satu benda di rumahmu yang membuat pagi lebih mudah?
  7. Kemampuan apa yang akan kamu pakai hari ini yang dulu harus kamu pelajari?
  8. Apa yang ditawarkan hari ini yang tidak ada kemarin?

Pertanyaan tentang orang lain

  1. Siapa yang membuatmu tertawa belakangan ini, dan apa persisnya yang ia katakan atau lakukan?
  2. Siapa yang mengajarimu sesuatu yang masih kamu pakai setiap minggu?
  3. Teman mana yang akan kamu kabari pertama kali saat ada kabar baik, dan kenapa dia?
  4. Apa yang dilakukan orang asing baru-baru ini yang membuat harimu sedikit lebih mudah?
  5. Siapa yang percaya padamu sebelum kamu percaya pada dirimu sendiri?
  6. Sifat apa dari anggota keluargamu yang ingin kamu miliki lebih banyak?
  7. Siapa yang layak menerima ucapan terima kasih yang belum kamu sampaikan? (Lalu sampaikan.)
  8. Siapa yang diam-diam bekerja sehingga hidupmu berjalan lancar?

Hal-hal kecil yang biasanya terlewat

  1. Hal kecil apa yang berjalan lancar hari ini, yang biasanya tidak kamu sadari?
  2. Makanan apa yang kamu nikmati minggu ini, dan apa yang membuatnya enak?
  3. Benda apa yang kamu pakai setiap hari dan tidak ingin kamu kehilangannya?
  4. Lagu, buku, atau tontonan apa yang memperbaiki suasana hatimu belakangan ini?
  5. Apa yang kamu nikmati hari ini tanpa mengeluarkan uang?
  6. Apa yang membuatmu tersenyum tanpa alasan yang jelas?
  7. Apa di alam sekitarmu yang menarik perhatianmu minggu ini?
  8. Kenyamanan apa yang kamu punya sekarang yang belum kamu punya lima tahun lalu?

Pertanyaan untuk hari yang berat

  1. Apa satu hal yang berjalan cukup baik hari ini, meskipun sisanya tidak?
  2. Siapa atau apa yang membantumu melewati hari ini?
  3. Kesulitan masa lalu mana yang sekarang kamu syukuri pernah kamu alami?
  4. Apa yang ditunjukkan masalah hari ini tentang hal yang kamu pedulikan?
  5. Bagian tubuh atau pikiranmu mana yang tetap bekerja untukmu hari ini?
  6. Kalau seorang sahabat yang baik melihat harimu, kebaikan apa yang akan ia tunjukkan?
  7. Apa yang kamu syukuri karena tidak harus kamu hadapi hari ini?
  8. Apa yang menunggumu malam ini yang akan membantumu beristirahat?

Bertumbuh dan tujuan

  1. Keahlian apa yang kamu punya sekarang yang butuh usaha keras untuk dibangun?
  2. Kesalahan mana yang paling banyak mengajarimu, dan apa pelajarannya?
  3. Kemajuan apa yang kamu buat minggu ini, sekecil apa pun langkahnya?
  4. Peluang apa yang kamu punya sekarang yang dulu hanya bisa kamu harapkan?
  5. Tujuan mana dari setahun lalu yang sudah kamu capai?
  6. Siapa yang membantu salah satu tujuanmu bergerak maju?
  7. Sumber daya apa (waktu, uang, alat, seseorang) yang membuat tujuanmu saat ini mungkin dicapai?
  8. Apa yang kamu syukuri dari sosok dirimu yang sedang bertumbuh?

Tubuh dan kesehatan

  1. Apa yang bisa kamu lakukan hari ini berkat tubuhmu?
  2. Pancaindra mana yang paling kamu hargai hari ini, dan kenapa?
  3. Kebiasaan sehat apa yang berhasil kamu jaga, dan apa yang kamu dapat darinya?
  4. Kapan kamu merasa kuat, segar, atau tenang minggu ini?
  5. Bagian mana dari kesehatanmu yang biasanya kamu anggap biasa saja?
  6. Siapa yang menjaga kesehatanmu: dokter, pelatih, atau teman yang menemanimu jalan pagi?
  7. Gerakan atau olahraga apa yang kamu nikmati belakangan ini?

Pekerjaan dan keseharian

  1. Bagian mana dari pekerjaanmu yang benar-benar kamu nikmati?
  2. Rekan kerja mana yang membuat minggumu lebih ringan, dan bagaimana caranya?
  3. Masalah apa yang baru-baru ini kamu selesaikan dan diam-diam kamu banggakan?
  4. Apa yang kamu punya di tempat kerja sekarang yang belum ada saat kamu mulai?
  5. Apa yang dimungkinkan oleh pekerjaanmu di luar jam kerja?
  6. Apa yang kamu pelajari minggu ini yang belum kamu ketahui hari Senin?
  7. Bagian mana dari rutinitas harianmu yang kamu syukuri?

Refleksi akhir pekan

  1. Apa momen terbaik minggu ini?
  2. Siapa yang hadir untukmu minggu ini?
  3. Apa yang ternyata lebih baik dari yang kamu kira?
  4. Apa yang kamu lakukan minggu ini yang masih akan kamu ingat setahun lagi?
  5. Membaca ulang catatan seminggu ini, tema apa yang terus muncul?
  6. Apa dari minggu ini yang ingin kamu dapatkan lebih banyak minggu depan?

Bagaimana rasa syukur berpadu dengan menulis 10 tujuan sehari?

Metode Brian Tracy memintamu menulis 10 tujuan setiap pagi, dari ingatan, dalam bentuk masa kini, seolah sudah tercapai: “Saya lari setengah maraton di bawah 2 jam.” Metode ini memang dirancang untuk melihat ke depan. Kamu membayangkan apa yang kamu inginkan dan berkomitmen lagi setiap hari. Panduan langkah demi langkah metode 10 tujuan Brian Tracy kami membahasnya secara lengkap.

Rasa syukur melihat ke arah sebaliknya. Ia memperhatikan apa yang sudah ada. Keduanya saling menyeimbangkan:

  • Tujuan tanpa rasa syukur bisa tergelincir menjadi “Aku baru bahagia kalau…”. Rasa syukur mengingatkanmu bahwa saat ini pun sudah ada kebaikannya.
  • Rasa syukur tanpa tujuan bisa hanyut menjadi zona nyaman. Tujuan memberi rasa terima kasih itu arah.
  • Bersama-sama, keduanya mencakup dua arah. Pertanyaan tentang bertumbuh di atas (nomor 33 sampai 40) langsung terhubung dengan tujuanmu: siapa yang membantu, apa yang sudah kamu capai, apa yang membuat langkah berikutnya mungkin.

Ritme sederhananya: tulis 10 tujuanmu di pagi hari, lalu tambahkan dua atau tiga catatan syukur. Atau tulis tujuan di pagi hari dan rasa syukur di malam hari, saat harimu sudah memberi bahan. Lihat cara kerja metode 10 tujuan untuk bagian paginya.

Kalau kamu menulis jurnal untuk manifestasi, rasa syukur sering memainkan peran yang sama sebagai penyeimbang. Panduan memulai jurnal manifestasi kami membahas sisi itu.

Coba di Tenly: Tenly menempatkan 10 tujuan harianmu dan jurnal syukur berdampingan. Tulis hingga 20 catatan syukur sehari, dengan rentetan (streak) tersendiri. Dengan Pro, refleksi syukur mingguan (Gratitude Reflection) membuka catatan sepekan terakhirmu beserta tinjauan AI tentang tema-temanya, jika kamu sudah menyetujui analisis AI.

Seberapa sering sebaiknya menulis jurnal syukur?

Saran yang umum adalah setiap hari. Tapi itu bukan satu-satunya pilihan, dan risetnya lebih beragam daripada yang diakui kebanyakan daftar pertanyaan.

Dalam makalah terkenal tahun 2003, Robert Emmons dan Michael McCullough meminta peserta menulis hingga lima hal yang mereka syukuri. Di studi pertama, mereka melakukannya seminggu sekali; di dua studi berikutnya, setiap hari. Kelompok syukur hasilnya lebih baik daripada kelompok pembanding pada beberapa ukuran, meski tidak pada semua ukuran. Para penulis mencatat bahwa versi harian rata-rata lebih kuat dalam memunculkan perasaan syukur.

Dua tahun kemudian, Sonja Lyubomirsky, Kennon Sheldon, dan David Schkade menggambarkan studi enam minggu di mana mahasiswa menghitung hal-hal yang mereka syukuri, entah seminggu sekali atau tiga kali seminggu. Kesejahteraan hanya meningkat pada kelompok yang menulis seminggu sekali. Para penulis menduga bahwa melakukannya beberapa kali seminggu mungkin membuat latihan itu terasa kurang segar dan kurang bermakna. Mereka juga mencatat bahwa studi itu tidak menguji apakah manfaatnya bertahan lama.

Jadi tidak ada satu jawaban yang benar. Yang tampaknya paling penting adalah latihan ini tetap terasa segar.

Frekuensi Setiap hari Beberapa kali seminggu Seminggu sekali
Cocok untuk Membangun kebiasaan, memperhatikan hal kecil Orang yang merasa catatan harian jadi berulang Melihat ke belakang lebih dalam
Hati-hati dengan Menulis secara otomatis Terlewat tanpa sadar Lupa detail dari awal minggu
Supaya tetap segar Ganti pertanyaan, tulis spesifik Tentukan harinya sejak awal Baca catatanmu sebelum menulis

Jalan tengah yang praktis: tulis catatan singkat sepanjang minggu, lalu lihat ke belakang seminggu sekali. Begitulah Tenly dirancang. Kamu bisa menulis setiap hari, dan refleksi syukur mingguan menunggu tujuh hari sebelum membuka catatan sepekanmu, sehingga melihat ke belakang terasa baru, bukan rutin.

Kalau kamu mendapati dirimu menyalin daftar kemarin, anggap itu sebagai tanda. Ganti pertanyaannya, menulislah lebih jarang, atau dalami satu catatan saja.

Apa saja kesalahan umum dalam menulis jurnal syukur?

Keluarga, kesehatan, kopi. Semuanya nyata, tapi setelah seminggu tidak lagi terasa berarti. Tetap tulis, dan tambahkan satu detail baru: momen yang mana bersama keluargamu, apa yang bisa kamu lakukan berkat kesehatanmu hari ini.

Mendaftar tanpa merasakan

Menulis lima hal secepat kilat itu daftar centang, bukan rasa syukur. Pelankan di satu hal. Bayangkan selama beberapa detik. Lalu tulis kenapa itu berarti.

Memaksakan positif di hari yang berat

Bersyukur bukan berarti pura-pura semuanya baik-baik saja. Di hari yang buruk, catatan yang jujur mungkin “Aku bersyukur hari ini sudah selesai dan aku sudah di kasur.” Itu tetap dihitung. Pertanyaan untuk hari yang berat di atas memang disiapkan untuk saat seperti ini.

Membuatnya terlalu panjang

Satu halaman sehari terdengar bagus selama seminggu. Setelah itu menjadi beban. Singkat dan rutin mengalahkan panjang dan jarang.

Menjadikan rentetan sebagai tujuan

Rentetan membantumu hadir. Tapi satu baris yang ditulis hanya demi menyelamatkan rentetan tidak banyak berguna bagimu. Kalau terlewat sehari, mulai lagi besok pagi. Untuk pertanyaan praktis tentang menjaga kebiasaan ini di aplikasi, lihat tanya jawab Tenly.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang sebaiknya ditulis di jurnal syukur?

Tulis satu sampai lima hal spesifik yang kamu syukuri dan tambahkan alasan singkat untuk masing-masing. Di hari ketika tidak ada yang terpikir, jawab satu pertanyaan saja.

Berapa banyak hal yang sebaiknya ditulis di jurnal syukur setiap hari?

Tiga sampai lima adalah jumlah yang umum, tapi satu catatan yang detail sudah cukup. Tenly memungkinkanmu menulis hingga 20 per hari kalau kamu butuh ruang lebih.

Lebih baik menulis jurnal syukur di pagi atau malam hari?

Keduanya bisa. Pagi hari mengarahkan perhatianmu ke hari yang akan datang; malam hari memberimu peristiwa sepanjang hari sebagai bahan. Pilih waktu yang bisa kamu pertahankan.

Bagaimana kalau saya tidak bisa memikirkan apa pun untuk disyukuri?

Mulailah dari yang sangat kecil: sesuatu yang kamu makan, tempat kamu beristirahat, seseorang yang bersikap baik. Di hari yang berat, satu baris yang jujur sudah cukup.

Apakah saya butuh aplikasi untuk menulis jurnal syukur?

Tidak, buku catatan saja sudah cukup. Aplikasi seperti Tenly menambahkan pengingat, rentetan syukur, dan, dengan Pro, refleksi mingguan tentang tema-tema dalam catatanmu.

Afirmasi

Cara Menulis Tujuan sebagai Afirmasi (dengan 50 Contoh)

Afirmasi tujuan adalah tujuan yang ditulis seolah sudah tercapai: spesifik, terukur, bertanggal, dan dalam bentuk masa kini. Inilah aturannya, dan 50 contoh untuk kamu sesuaikan.

10 menit baca

Semua artikel